• GEMA ALAM NTB

    Gerakan Masyarakat Cinta Alam (GEMA ALAM) merupakan organisasi yang mensinergikan semua potensi gerakan lingkungan hidup dan hak asasi manusia serta memposisikan diri sebagai bagian dari gerakan rakyat dan gerakan sosial untuk melawan dominasi kekuatan kapitalisme global dan kebijakan negara yang (lebih…)

    Read More

Kegiatan

PELATIHAN DAN FGD “MEMBANGUN PEMAHAMAN TENTANG MODEL EKOWISATA BERBASIS MASYARAKAT”

Gema Alam NTB dan Rimbawan Muda Indonesia (RMI) melalui dukungan dari MCAI pada program “Penguatan Inisiasi Ekowisata Berbasis Masyarakat yang Adil dan Berkelanjutan sebagai Sumber Penghasilan Alternatif

Read More

Sosialisasi Perecanaan Komunitas

Gema Alam NTB berupaya melakukan penguatan kelembagaan komunitas, salah satu komponen penting dalam kelembagaan komunitas yang membedakannya dengan perkumpulan biasa adalah adanya perencanaan yang berbasis potensi lokal.

Read More

Mengukur Perkembangan Gerakan Komunitas melalui Kelas Refleksi

Gema Alam NTB secara berkelanjutan membantu mewujudkan inisiatif-inisiatif pengelolaan

Read More

Pelatihan Tata Kelola Kehutanan Berperspektif Gender

Sosialisasi atau pengenalan pengetahuan tentang tatakelola hutan merupakan

Read More

Tentang Gema Alam NTB

Apa itu Gema Alam NTB? GEMA ALAM NTB adalah sebuah perkumpulan yang beranggotakan individu-individu yang menyatakan diri secara sukarela bergabung  dan menyatukan diri. Organisasi ini merupakan lembaga nirlaba dan independen yang mensinergikan semua potensi gerakan lingkungan hidup dan hak asasi manusia serta memposisikan diri sebagai bagian dari gerakan rakyat dan gerakan sosial untuk melawan dominasi…

Read More

Berita Terbaru

  • Baca Dulu : Menginisiasi Desa Ekowisata

    Selain berupaya keras untuk mendapatkan dukungan dari tokoh dan masyarakat umumnya, Nani dan teman-temannya juga mengorganisir perempuan. Dia tidak ingin perempuan hanya sebagai penerima manfaat, (lebih…)

    Memberdayakan Perempuan
  • Baca Dulu : Tak Bergeming Walau Dicibir 

    Saat ini, bersama organisasi-organisasi tersebut dia sedang menginisiasi  Desa Beririjarak sebagai desa Ekowisata. Dia berkeyakinan bahwa ekowisata merupakan salah satu upaya alternative untuk (lebih…)

    Menginisiasi Desa Ekowisata
  • Sapuan angin lembut  mengusap tubuh, kehangatan perlahan mulai hilang berganti dingin. Baju yang menempel di tubuh ternyata tidak mampu membendung dinginnya malam. Sebagian terlihat mulai memakai jaket. Peserta (lebih…)

    Perempuan-perempuan Penggerak Desa (Tak Bergeming Walau Dicibir )
  • Gema Alam NTB dan Rimbawan Muda Indonesia (RMI) melalui dukungan MCA Indonesia mengadakan Pelatihan Sistem Informasi Desa (SID) selama 2 hari mulai tanggal 2-3 Desember 2016, bertempat di (lebih…)

    Pelatihan Sistem Informasi Desa
  • Pasar memiliki keterkaitan dengan akses informasi, penguasaan informasi akan membantu menghubungkan kepada pihak lain yang memiliki kepentingan dengan usaha kita. Salah satu kendala kenapa kemudian akses pasar bagi (lebih…)

    Mengoptimalkan desa sebagai sentra informasi masyarakat
  • Berbagai bentuk program pemberdayaan saat ini tengah digulirkan oleh pemerintah baik itu pemerintah pusat, daerah ataupun pemerintah desa. Sasaran dari program tersebut utamanya kepada masyarakat miskin. (lebih…)

    Menata Pengelolaan Informasi Desa Sebagi Upaya Pemenuhan Hak-hak Masyarakat
  • Lahirnya UU Desa Nomer 6 Tahun 2014 tentang Desa memberikan harapan bagi desa untuk dapat membangun kemandirian masyarakatnya dalam segala bidang. UU tersebut mengisyaratkat kebijakan anggaran dari pemerintah pusat yang (lebih…)

    KOMUNITAS KESULITAN MENDAPATKAN AKSES DANA DESA
  • Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa, PDTT) telah menerbitkan Permendes Nomor 22 Tahun 2016 tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa 2017.

    (lebih…)

    Permendes Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa 2017
  • LAHIR DAN BERKEMBANGNYA PENGGERAK DESA
    “MENDORONG KETERLIBATAN AKTIF PEREMPUAN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR DAN HUTAN”

    Secara geografis, kawasan Sub DAS Pohgading Sunggen terletak di lingkar kawasan Rinjani. Di kawasan ini terdapat 14 desa yang dihuni oleh 20.099 KK/61.738 Jiwa (Profil desa-desa kawasan; 2010). Begitu pula dengan kawasan Sub DAS Pancor Barong, letaknya yang berbatasan langsung dengan kawasan Rinjani menjadikannya subur dan memiliki potensi sumber daya alam cukup berlimpah seperti hutan, air, pertanian, perkebunan dan potensi wisata alam.

    Idealnya, pengelolaan sumber daya alam (PSDA) yang baik mestinya mengakomodir peran dan kepentingan laki-laki dan perempuan secara adil, mengingat laki-laki dan perempuan memiliki saling keterhubungan dan ketergantungan secara kolektif. Hal ini senada dengan pendapat Ivan Illich (1998: 130) bahwa di bawah pengayoman gender, laki-laki dan perempuan saling ketergantungan (interdependensi) secara kolektif, ketergantungan timbal balik mereka menetapkan batas-batas pergulatan, ekploitasi, kekalahan. Namun demikian, “kompromi” yang baik dan adil antara laki-laki dan perempuan akan dapat tercapai jika relasi kuasa diantara keduanya berjalan seimbang. Relasi kuasa dimaksud, dalam kasus ini, berkenaan dengan penguasaan, pengelolaan, pemanfaatan dan status kepemilikan (tenurial) tanah, hutan, air, dan sumber daya lainnya. Jika tidak, maka interdependensi kolektif kedua belah pihak akan berdampak sebaliknya, tetap menghasilkan ketimpangan.

    Haiziah Gazali (Ketua Gema Alam NTB) menuturkan bahawa “Fakta yang terjadi di desa-desa kawasan, SDA yang melimpah tersebut belum terkelola dengan baik, adil (sosial dan gender) dan berkelanjutan. Hal ini terjadi karena konstruksi sosial (gender) yang berlaku selama ini menempatkan perempuan sebagai makhluk nomor dua (subordinasi)”.

    “Dampaknya, timbul berbagai permasalahan seperti pada pengelolaan sumber daya air yang berjumlah rata-rata antara 3 – 5 unit di setiap desa dengan debit rata-rata antara 90 – 254 liter/detik tidak dapat menjamin akses masyarakat secara merata baik air untuk irigasi maupun air bersih. Begitu pula dengan potensi sumber daya hutan di desa Sapit yang saat ini dimanfaatkan sebagai areal kerja Hutan Kemasyarakatan (HKm), tidak semua masyarakat yang rentan dan sangat membutuhkan yang dapat mengaksesnya terutama perempuan. Imbuh Haiziah Gazali di depan 10 orang peserta pelatihan.

    Diar Ruly Juniari (Koordinator Program) menambahkan “misalkan saja, di Desa Suela yang memiliki potensi kawasan hutan sebagai obyek wisata alam sekaligus sumber mata air, hingga saat ini hanya bisa diakses sebagai tempat rekreasi publik, sementara masyarakat setempat tidak dapat terlibat sebagai pengelola karena penguasaannya dimiliki oleh pengusaha, mengingat penentuan pihak pengelola dilakukan oleh pemerintah kabupaten dengan mekanisme tender. Selanjutnya, pengelolaan lahan pertanian dan perkebunan masih sangat kental diwarnai dengan pembedaan jenis pekerjaan yang berkonsekuensi pada besaran upah antara buruh tani laki-laki dan perempuan”.

    Untuk menyikapi kondisi di 5 desa tersebut, Gema Alam NTB memandang perlu adanya upaya yang harus dilakukan untuk meretas ketidakadilan dalam PSDA. Salah satu strategi yang diterapkan adalah melakukan pengorganisasian pada kelompok perempuan, kelompok laki-laki dan pemerintah desa (Pemdes).

    Muhammad Juaini selaku fasilitator pelatihan mengungkapkan bahwa “Penggerak Desa yang terlatih hendaknya dapat menumbuhkan kesdaran kritis, pendidikan berkelanutan dan dapat menguatkan organisasi. Sehingga Pelatihan Penggerak Desa hajatnya agar 10 orang penggerak desa mendapatkan pemahaman dan keterampilan memetakan kondisi sumber daya air, hutan dan pertanian di desa masing-masing serta yang tidak kalah pentinnya adalah agar dapat memahami dan memiliki kesadaran akan pentingnya perempuan terlibat dalam pengelolaan sumber daya air, hutan dan pertanian”.

    Pelatihan Penggerak Desa Kawasan Sub DAS Pohgading Sunggen dan Pancor Barong, yang sudah berlangsung selama dua hari mulai tanggal 26-27 September 2015 bertempat di Kantor Koperasi Bintang Muda Desa Beriri Jarak Kecamatan Wanasaba berlangsung dengan menarik. Pelatihan ditutup dengan mengikat komitmen laki-laki penggerak desa kawasan untuk mendorong keterlibatan aktif perempuan dalam pengelolaan sumber daya air dan hutan, tertuang dalam naskah deklarasi yang ditanda tangani bersama.

    L. KHAERUL ANWAR (DIVISI KAMPANYE)

    Mendorong keterlibatan aktif perempuan dalam pengelolaan sumber daya air dan hutan
  • Gema Alam NTB bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Sekretariat Daerah) berencana akan melakukan Lounching Standar Operasional Prosedur Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (SOP-PPID). Lounching ini akan dihadiri oleh 100 orang terdiri dari semua SKPD, Kecamatan, Desa, Ormas, masyarakat dan Media masa. Lounching SOP-PPID, akan selengarakan pada Hari Selasa, 22 September 2015, pukul 09:00 Wita, berlokasi di Pendopo Bupati Lombok Timur.

    Divisi Kampanye Gema Alam NTB (L. Khaerul Anwar
    085-737-597-519)

    Kerja sama dengan PEMDA LOTIM

Artikel & Berita

Memberdayakan Perempuan

Baca Dulu : Menginisiasi Desa Ekowisata Selain berupaya keras untuk mendapatkan dukungan dari tokoh dan masyarakat umumnya, Nani dan teman-temannya juga mengorganisir perempuan. Dia tidak ingin perempuan hanya sebagai penerima manfaat,

Read More

Menginisiasi Desa Ekowisata

Baca Dulu : Tak Bergeming Walau Dicibir  Saat ini, bersama organisasi-organisasi tersebut dia sedang menginisiasi  Desa Beririjarak sebagai desa Ekowisata. Dia berkeyakinan bahwa ekowisata merupakan salah satu upaya alternative untuk

Read More

Perempuan-perempuan Penggerak Desa (Tak Bergeming Walau Dicibir )

Sapuan angin lembut  mengusap tubuh, kehangatan perlahan mulai hilang berganti dingin. Baju yang menempel di tubuh ternyata tidak mampu membendung dinginnya malam. Sebagian terlihat mulai memakai jaket. Peserta

Read More