• GEMA ALAM NTB

    Gerakan Masyarakat Cinta Alam (GEMA ALAM) merupakan organisasi yang mensinergikan semua potensi gerakan lingkungan hidup dan hak asasi manusia serta memposisikan diri sebagai bagian dari gerakan rakyat dan gerakan sosial untuk melawan dominasi kekuatan kapitalisme global dan kebijakan negara yang (lebih…)

    Read More

Kegiatan

Gema Alam NTB dan Jerman Jalin Kemitraan

Kemitraan GA-GMI. GEMAALAMNTB.ORG Gerakan Masyarakat Cinta Alam NTB (Gema Alam NTB) menjalin kemitraan bersama Global Micro Initiative (GMI)-Jerman. Jalinan Kemitraan tersebut ditandai dengan penandatangan MoU antara Ketua Gema Alam NTB, Haiziah Gazali, S.Pd dan Tobias Schüßler, Direktur GMI Jerman, Sabtu, 20 Mei 2017.

Read More

Masalah, Rekomendasi dan Solusi dari FGD di Desa Jurit Baru

FGD Desa Jurit Baru, GEMAALAMNTB.ORG. Pada Fokus Group Discussion di Desa Jurit Baru Fasilitator memberikan contoh tentang pengelolaan air di desa Wajageseng Lombok Tengah. Ada desa yang memiliki sumber mata air yang melimpah, namun banyak warga yang merasa tidak memiliki atau mendapatkan air bersih. Ada desa yang sangat kurang memiliki mata air , namun memiliki…

Read More

Tata Kelola Air Bersih Terungkap di FGD Desa Jurit Baru

FGD Desa Jurit Baru, GEMAALAMNTB. ORG. Berbeda halnya dengan empat desa yang lain yang masih focus pada pengelolaan sumber daya hutan  Jurit Baru masih bersoal tentang proses tata kelola air bersih. Sebelum diskusi dimulai kepala desa menyampaikan terkait dengan pengelolaan air bersih. System pengelolaan air bersih belum bisa dilakukan. Melihat kondisi air dari tahun 2014…

Read More

FGD Desa Sapit Bahas IUPHKm

FGD Desa Sapit, GEMAALAM.ORG. Sebagaimana Focus Group Discussion (FGD) di 6 desa binaan lainnya, FGD di desa sapit juga demikian. Menghadirkan para tokoh pemuda, masyarakat dan tak terkecuali komunitas organisasi di desa setempat. Pada FGD di Desa Sapit, lebih ditekankan kepada perkembangan organisasi/kelembagaannya pasca terbitnya IUPHKm. Izin Usaha Pengelolaan (IUP) Hutan Kemasyarakat adalah menjadi salah…

Read More

Tentang Gema Alam NTB

Apa itu Gema Alam NTB? GEMA ALAM NTB adalah sebuah perkumpulan yang beranggotakan individu-individu yang menyatakan diri secara sukarela bergabung  dan menyatukan diri. Organisasi ini merupakan lembaga nirlaba dan independen yang mensinergikan semua potensi gerakan lingkungan hidup dan hak asasi manusia serta memposisikan diri sebagai bagian dari gerakan rakyat dan gerakan sosial untuk melawan dominasi…

Read More

Berita Terbaru

  • Kemitraan GA-GMI. GEMAALAMNTB.ORG Gerakan Masyarakat Cinta Alam NTB (Gema Alam NTB) menjalin kemitraan bersama Global Micro Initiative (GMI)-Jerman. Jalinan Kemitraan tersebut ditandai dengan penandatangan MoU antara Ketua Gema Alam NTB, Haiziah Gazali, S.Pd dan Tobias Schüßler, Direktur GMI Jerman, Sabtu, 20 Mei 2017.
    (lebih…)

    Gema Alam NTB dan Jerman Jalin Kemitraan
  • Kemitraan GA-GMI. GEMAALAMNTB.ORG.  Seindah-indahnya pertemuan, pasti akan berakhir dengan perpisahan. Kesan pun pesan,  selalu ada dibaliknya. Demikian juga dengan kunjungan kepada 2 komunitas di desa Pringgesela dan Suela dalam Agenda Gema Alam NTB dan Global Micro Initiative (GMI)-Jerman. (lebih…)

    Kesan Jerman dengan Tenunan Pringgesela dan Kedai Kopi Suela
  • FGD Desa Jurit Baru, GEMAALAMNTB.ORG. Pada Fokus Group Discussion di Desa Jurit Baru Fasilitator memberikan contoh tentang pengelolaan air di desa Wajageseng Lombok Tengah. Ada desa yang memiliki sumber mata air yang melimpah, namun banyak warga yang merasa tidak memiliki atau mendapatkan air bersih.

    Ada desa yang sangat kurang memiliki mata air , namun memiliki air bersih yang melimpah. Untuk lebih bisa menggali persoalan yang terjadi dengan air bersih fasilitator membagi peserta menjadi lima kelompok untuk mendiskusikan tentang, kelembagaan, tata produksi air bersih, tata distribusi, tata konsumsi dan kebijakan. (lebih…)

    Masalah, Rekomendasi dan Solusi dari FGD di Desa Jurit Baru
  • FGD Desa Jurit Baru, GEMAALAMNTB. ORG. Berbeda halnya dengan empat desa yang lain yang masih focus pada pengelolaan sumber daya hutan  Jurit Baru masih bersoal tentang proses tata kelola air bersih. Sebelum diskusi dimulai kepala desa menyampaikan terkait dengan pengelolaan air bersih.

    System pengelolaan air bersih belum bisa dilakukan. Melihat kondisi air dari tahun 2014 debitnya semakain kecil terutama di tibu bunter sehingga di 3 kekadusan mengalami kekeringan. Ada beberapa cara sudah dilakukan oleh desa, namun belum bisa selesai sampai sekarang.
    (lebih…)

    Tata Kelola Air Bersih Terungkap di FGD Desa Jurit Baru
  • FGD Desa Sapit, GEMAALAM.ORG. Sebagaimana Focus Group Discussion (FGD) di 6 desa binaan lainnya, FGD di desa sapit juga demikian. Menghadirkan para tokoh pemuda, masyarakat dan tak terkecuali komunitas organisasi di desa setempat.

    Pada FGD di Desa Sapit, lebih ditekankan kepada perkembangan organisasi/kelembagaannya pasca terbitnya IUPHKm. Izin Usaha Pengelolaan (IUP) Hutan Kemasyarakat adalah menjadi salah satu kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kehutanan untuk menekan laju deforestasi di Indonesia dengan melibatkan masyarakat dalam pengelolan hutan.
    (lebih…)

    FGD Desa Sapit Bahas IUPHKm
  • FGD Desa Beriri Jarak, GEMAALAMNTB.ORG. Sebelum kami menguraikan mandat, dalam hal ini harapan bersama terkait hasil Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan di Desa Beriri Jarak, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur, NTB, maka kami akan ulas apa itu FGD. (lebih…)

    FGD Desa Beriri Jarak, Ini Dia Mandatnya.
  • FGD Desa Beriri Jarak. GEMAALAMNTB.ORG. Masih dari acara FGD yang dilaksanakan di Desa Beriri Jarak,Kecamatan Wanasanaba, Lombok Timur, beragam Potensi Alam ada di tersebut. Dalam informasi ini, fokus membahas Kondiri Gawar Gong. Gawar adalah bahasa masyarakat setempat yang maksudnya adalah hutan.

    Salah satu anggota BPD Desa Beriri Jarak mengungkapkan kondisi  di hutan Gong saat ini  kayu yang ditanam sudah banyak, namun tidak bisa tumbuh, hal ini disebabkan dari cara penanaman yang terlalu tebal. (lebih…)

    Membaca Potensi Alam Desa Beriri Jarak
  • FGD Desa Beriri Jarak. GEMAALAMNTB.ORG. Gerakan Masyarakat Cinta Alam (Gema Alam NTB) menemukan beragam potensi yang ada di Gawah Gong. Temuan tersebut terungkap dalam Fokus Group Discussion yang dilaksanakan di Desa Beririjarak, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur. (lebih…)

    Gema Alam NTB Temukan Potensi Rock Climbing di Gawar Gong
  • “Sumber daya alam yang kaya, namun tidak terkelola dengan baik, berpotensi memunculkan persoalan lingkungan, sosial dan bahkan ekonomi masyarakat.” (lebih…)

    Community Organizer Sebagai Agen Perubahan di Desa.
  • Kampung Adil Gender Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA)merupakan  sebuah kondisi di masa depan yang mana laki-laki dan perempuan menjalankan peran dan funsinya dalam pengelolaan SDA secara adil dan setara, (lebih…)

    (MERAJUT MIMPI PEREMPUAN DESA) MEWUJUDKAN KAMPUNG ADIL GENDER DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM DI KAWASAN SUBDAS POHGADING SUNGGEN DAN PANCOR BARONG LOMOK TIMUR
  • Gabungan Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan (GAPOKTAN HKm) Dongo Baru Desa Sapit Kabupaten Lombok Timur  mengadakan Studi Banding Budidaya Kopi Sambung pada hari Kamis, 2 Maret 2017 bertempat di (lebih…)

    GAPOKTAN HKm DONGO BARU DESA SAPIT MENGADAKAN STUDI BANDING BUDIDAYA KOPI SAMBUNG DI DESA REMPEK
  • Baca Dulu : Perempuan Impian

    Awal Tahun 2014 pada pukul 21.00 Wita saat kami sedang duduk dan ngobrol berdua di Berugeq, tiba-tiba dia mengajukan pertanyaan kepada saya. Suaranya yang lembut, tetapi kelihatan malu-malu dia sepertinya memberanikan dirinya (lebih…)

    Mengarahkan Fikiran Bukan Merubahnya
  • Indrawati adalah nama perempuan cantik yang terbingkai dalam fhoto di atas. Dia lahir di Dusun Bolen Desa Jurit Baru Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur pada tanggal 31 Desember tahun 1992. (lebih…)

    Perempuan Impian
  • Baca Dulu : Menginisiasi Desa Ekowisata

    Selain berupaya keras untuk mendapatkan dukungan dari tokoh dan masyarakat umumnya, Nani dan teman-temannya juga mengorganisir perempuan. Dia tidak ingin perempuan hanya sebagai penerima manfaat, (lebih…)

    Memberdayakan Perempuan
  • Baca Dulu : Tak Bergeming Walau Dicibir 

    Saat ini, bersama organisasi-organisasi tersebut dia sedang menginisiasi  Desa Beririjarak sebagai desa Ekowisata. Dia berkeyakinan bahwa ekowisata merupakan salah satu upaya alternative untuk (lebih…)

    Menginisiasi Desa Ekowisata
  • Sapuan angin lembut  mengusap tubuh, kehangatan perlahan mulai hilang berganti dingin. Baju yang menempel di tubuh ternyata tidak mampu membendung dinginnya malam. Sebagian terlihat mulai memakai jaket. Peserta (lebih…)

    Perempuan-perempuan Penggerak Desa (Tak Bergeming Walau Dicibir )
  • Gema Alam NTB dan Rimbawan Muda Indonesia (RMI) melalui dukungan MCA Indonesia mengadakan Pelatihan Sistem Informasi Desa (SID) selama 2 hari mulai tanggal 2-3 Desember 2016, bertempat di (lebih…)

    Pelatihan Sistem Informasi Desa
  • Pasar memiliki keterkaitan dengan akses informasi, penguasaan informasi akan membantu menghubungkan kepada pihak lain yang memiliki kepentingan dengan usaha kita. Salah satu kendala kenapa kemudian akses pasar bagi (lebih…)

    Mengoptimalkan desa sebagai sentra informasi masyarakat
  • Berbagai bentuk program pemberdayaan saat ini tengah digulirkan oleh pemerintah baik itu pemerintah pusat, daerah ataupun pemerintah desa. Sasaran dari program tersebut utamanya kepada masyarakat miskin. (lebih…)

    Menata Pengelolaan Informasi Desa Sebagi Upaya Pemenuhan Hak-hak Masyarakat
  • Lahirnya UU Desa Nomer 6 Tahun 2014 tentang Desa memberikan harapan bagi desa untuk dapat membangun kemandirian masyarakatnya dalam segala bidang. UU tersebut mengisyaratkat kebijakan anggaran dari pemerintah pusat yang (lebih…)

    KOMUNITAS KESULITAN MENDAPATKAN AKSES DANA DESA
  • Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa, PDTT) telah menerbitkan Permendes Nomor 22 Tahun 2016 tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa 2017.

    (lebih…)

    Permendes Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa 2017
  • LAHIR DAN BERKEMBANGNYA PENGGERAK DESA
    “MENDORONG KETERLIBATAN AKTIF PEREMPUAN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR DAN HUTAN”

    Secara geografis, kawasan Sub DAS Pohgading Sunggen terletak di lingkar kawasan Rinjani. Di kawasan ini terdapat 14 desa yang dihuni oleh 20.099 KK/61.738 Jiwa (Profil desa-desa kawasan; 2010). Begitu pula dengan kawasan Sub DAS Pancor Barong, letaknya yang berbatasan langsung dengan kawasan Rinjani menjadikannya subur dan memiliki potensi sumber daya alam cukup berlimpah seperti hutan, air, pertanian, perkebunan dan potensi wisata alam.

    Idealnya, pengelolaan sumber daya alam (PSDA) yang baik mestinya mengakomodir peran dan kepentingan laki-laki dan perempuan secara adil, mengingat laki-laki dan perempuan memiliki saling keterhubungan dan ketergantungan secara kolektif. Hal ini senada dengan pendapat Ivan Illich (1998: 130) bahwa di bawah pengayoman gender, laki-laki dan perempuan saling ketergantungan (interdependensi) secara kolektif, ketergantungan timbal balik mereka menetapkan batas-batas pergulatan, ekploitasi, kekalahan. Namun demikian, “kompromi” yang baik dan adil antara laki-laki dan perempuan akan dapat tercapai jika relasi kuasa diantara keduanya berjalan seimbang. Relasi kuasa dimaksud, dalam kasus ini, berkenaan dengan penguasaan, pengelolaan, pemanfaatan dan status kepemilikan (tenurial) tanah, hutan, air, dan sumber daya lainnya. Jika tidak, maka interdependensi kolektif kedua belah pihak akan berdampak sebaliknya, tetap menghasilkan ketimpangan.

    Haiziah Gazali (Ketua Gema Alam NTB) menuturkan bahawa “Fakta yang terjadi di desa-desa kawasan, SDA yang melimpah tersebut belum terkelola dengan baik, adil (sosial dan gender) dan berkelanjutan. Hal ini terjadi karena konstruksi sosial (gender) yang berlaku selama ini menempatkan perempuan sebagai makhluk nomor dua (subordinasi)”.

    “Dampaknya, timbul berbagai permasalahan seperti pada pengelolaan sumber daya air yang berjumlah rata-rata antara 3 – 5 unit di setiap desa dengan debit rata-rata antara 90 – 254 liter/detik tidak dapat menjamin akses masyarakat secara merata baik air untuk irigasi maupun air bersih. Begitu pula dengan potensi sumber daya hutan di desa Sapit yang saat ini dimanfaatkan sebagai areal kerja Hutan Kemasyarakatan (HKm), tidak semua masyarakat yang rentan dan sangat membutuhkan yang dapat mengaksesnya terutama perempuan. Imbuh Haiziah Gazali di depan 10 orang peserta pelatihan.

    Diar Ruly Juniari (Koordinator Program) menambahkan “misalkan saja, di Desa Suela yang memiliki potensi kawasan hutan sebagai obyek wisata alam sekaligus sumber mata air, hingga saat ini hanya bisa diakses sebagai tempat rekreasi publik, sementara masyarakat setempat tidak dapat terlibat sebagai pengelola karena penguasaannya dimiliki oleh pengusaha, mengingat penentuan pihak pengelola dilakukan oleh pemerintah kabupaten dengan mekanisme tender. Selanjutnya, pengelolaan lahan pertanian dan perkebunan masih sangat kental diwarnai dengan pembedaan jenis pekerjaan yang berkonsekuensi pada besaran upah antara buruh tani laki-laki dan perempuan”.

    Untuk menyikapi kondisi di 5 desa tersebut, Gema Alam NTB memandang perlu adanya upaya yang harus dilakukan untuk meretas ketidakadilan dalam PSDA. Salah satu strategi yang diterapkan adalah melakukan pengorganisasian pada kelompok perempuan, kelompok laki-laki dan pemerintah desa (Pemdes).

    Muhammad Juaini selaku fasilitator pelatihan mengungkapkan bahwa “Penggerak Desa yang terlatih hendaknya dapat menumbuhkan kesdaran kritis, pendidikan berkelanutan dan dapat menguatkan organisasi. Sehingga Pelatihan Penggerak Desa hajatnya agar 10 orang penggerak desa mendapatkan pemahaman dan keterampilan memetakan kondisi sumber daya air, hutan dan pertanian di desa masing-masing serta yang tidak kalah pentinnya adalah agar dapat memahami dan memiliki kesadaran akan pentingnya perempuan terlibat dalam pengelolaan sumber daya air, hutan dan pertanian”.

    Pelatihan Penggerak Desa Kawasan Sub DAS Pohgading Sunggen dan Pancor Barong, yang sudah berlangsung selama dua hari mulai tanggal 26-27 September 2015 bertempat di Kantor Koperasi Bintang Muda Desa Beriri Jarak Kecamatan Wanasaba berlangsung dengan menarik. Pelatihan ditutup dengan mengikat komitmen laki-laki penggerak desa kawasan untuk mendorong keterlibatan aktif perempuan dalam pengelolaan sumber daya air dan hutan, tertuang dalam naskah deklarasi yang ditanda tangani bersama.

    L. KHAERUL ANWAR (DIVISI KAMPANYE)

    Mendorong keterlibatan aktif perempuan dalam pengelolaan sumber daya air dan hutan
  • Gema Alam NTB bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Sekretariat Daerah) berencana akan melakukan Lounching Standar Operasional Prosedur Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (SOP-PPID). Lounching ini akan dihadiri oleh 100 orang terdiri dari semua SKPD, Kecamatan, Desa, Ormas, masyarakat dan Media masa. Lounching SOP-PPID, akan selengarakan pada Hari Selasa, 22 September 2015, pukul 09:00 Wita, berlokasi di Pendopo Bupati Lombok Timur.

    Divisi Kampanye Gema Alam NTB (L. Khaerul Anwar
    085-737-597-519)

    Kerja sama dengan PEMDA LOTIM

Artikel & Berita

Gema Alam NTB dan Jerman Jalin Kemitraan

Kemitraan GA-GMI. GEMAALAMNTB.ORG Gerakan Masyarakat Cinta Alam NTB (Gema Alam NTB) menjalin kemitraan bersama Global Micro Initiative (GMI)-Jerman. Jalinan Kemitraan tersebut ditandai dengan penandatangan MoU antara Ketua Gema Alam NTB, Haiziah Gazali, S.Pd dan Tobias Schüßler, Direktur GMI Jerman, Sabtu, 20 Mei 2017.

Read More

Kesan Jerman dengan Tenunan Pringgesela dan Kedai Kopi Suela

Kemitraan GA-GMI. GEMAALAMNTB.ORG.  Seindah-indahnya pertemuan, pasti akan berakhir dengan perpisahan. Kesan pun pesan,  selalu ada dibaliknya. Demikian juga dengan kunjungan kepada 2 komunitas di desa Pringgesela dan Suela dalam Agenda Gema Alam NTB dan Global Micro Initiative (GMI)-Jerman.

Read More

Masalah, Rekomendasi dan Solusi dari FGD di Desa Jurit Baru

FGD Desa Jurit Baru, GEMAALAMNTB.ORG. Pada Fokus Group Discussion di Desa Jurit Baru Fasilitator memberikan contoh tentang pengelolaan air di desa Wajageseng Lombok Tengah. Ada desa yang memiliki sumber mata air yang melimpah, namun banyak warga yang merasa tidak memiliki atau mendapatkan air bersih. Ada desa yang sangat kurang memiliki mata air , namun memiliki…

Read More